Sunday, December 13

Bersabar, Ada Saatnya Menerima.

Sadarkah kita bahwa tanpa kita sadari Dia memberikan yang terbaik apa yang kita butuhkan. Dari berjuta keinginan dan kebutuhan yang ada di kepala kita, ternyata tidak semua baik bagi kita.

Pengalaman pribadi ini mungkin bisa menjadi bahan bacaan ringan yang mengingatkan diri kita.
Tepatnya tanggal 07 Desember 2009, saya akhirnya melakukan perjalanan ke Balikpapan dengan tujuan akhir Samarinda, Kalimantan Timur (Kutai Kertanegara). Siapa yang tak kenal dengan nama itu. Baik tambang minyaknya maupun batubaranya.

Sejak dulu saya ingin sekali ke Kaltim. Ya saat itu keinginan yang ada hanya ingin kesana melihat tambang batubara dan atau menjadi crew di tambang itu. Kesempatan pertama datang pada tahun 2007, namun akhirnya gagal. Akhirnya tahun 2009 keinginan itu terwujud.

Akhirnya hamparan tanah kalimantan yang luas dan banyak sekali area pertambangan yang ada membuat saya jadi terpesona. Betapa tidak, yang dulu hanya sekedar bayang-banyang akhirnya dapat saya lihat dengan mata kepala sendiri.

Inilah betapa saya sadar bahwa Dia maha mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran dan membuat saya lebih "tahu diri". Terimakasih ya Allah, engkaulah sebaik-baik pemberi.

Tuesday, September 8

Zodiakmu


Posting milik tetangga. Iseng-iseng daripada manyun. Boleh percaya boleh tidak. Semua terserah Anda.

Gak perlu pusing...semua sudah diatur oleh-Nya. Yang penting kita ikhlas menjalani dan menerima apa yang telah diberikan kepada kita. Apa yang kita terima adalah yang terbaik buat kita. Berlebih-lebihan akan berakibat tidak baik...copy halaman ini
http://woman.kapanlagi.com/zodiak/

Tuesday, September 1

Puasa 5 Tahun


Tahun 2009, sebentar lagi tahun 2010. Puasa tahun ini terlihat berbeda. Karena jika menengok ke belakang, sejak tahun 2005 setelah saya selesai kuliah di Yogya ada hal yang menarik saat mengisi bulan Ramadhan.

Ramadhan tahun 2005 sebagian saya habiskan di Bekasi. Tepatnya di perumahan Kota Deltamas. Saat itu saya ikut mengerjakan proyek pemetaan situasi untuk perumahan itu. Dan menjelang lebaran saya dan semua yang bekerja diijinkan pulang ke rumah masing-masing.

Ketika berpuasa di area perumahan, dan kebetulan masjid yang dekat berada di luar area maka kesulitanpun dirasa ketika akan menuju masjid, karena seluruh area dikelilingi oleh tembok pembatas. Yang teringat sekali adalah ketika akan menjalankan sholat jumat di masjid. Berhubung tidak ada kedaraan yang nganggur, akhirnya saya dan teman kerja pergi berjalan kaki. Dan karena seluruh area dikelilingi tembok, kesulitan yang muncul adalah melewatinya. Ada satu lobang kecil yang merupakan saluran air hujan, dan juga merupakan tempat lalulintas hewan (kambing) yang keluar masuk area perumahan ke permukiman warga. Dan disitulah saya dan teman kerja itu menerobos keluar untuk menuju masjid. Saya hanya tersenyum, wah sama dengan kambing nih..hi..hi..

Ramadhan tahun 2006 saya berada di Kalianda – Lampung Selatan. Disana saya mengerjakan proyek BPN. Lebih baik kondisinya daripada tahun 2005 yang dulu. Jika di tahun 2005 menerobos jalannya kambing, maka di tahun 2006 saya tinggal di perumahan yang dekat dengan perkampungan penduduk. Yang menarik saat itu keadaan cuaca sedang panas (musim kemarau), saat berpuasa air di dalam sumur nyaris habis. Dan repotnya lagi mesin pompa yang dipasang sudah tidak mempu lagi mengangkat air yang di dalam sumur. Akhirnya saya gunakan tali tambang yang dimodifikasi untuk mengambil air. Bisa dibayangkan jika air yang dibutuhkan mendesak, akan BAB misalnya. Wah mulai kacau tuh...

Ramadhan tahun 2007. Indramayu, adalah kota selanjutnya tempat menjalankan ibadah puasa. Kejadiannya di awal-awal puasa, karena kondisi camp belum sempurna dan juru masak belum ada, akhirnya berbuka dan sahun musti pergi ke warung makan. Dan jaraknya tidak dekat. Jadi musti bangun lebih awal untuk menghindari habisnya makanan dan saat azan subuh.

Ramadhan tahun 2008 saya kerjakan di tanah papua. Awalnya sedih juga menghabiskan puasa di tanah paling timur itu. Selain komunikasi saat itu agak sulit juga makanan yang disajikan membuat bibir tersenyum kecut..he..he...Betapa tidak, ketika kita sahur, awalnya biasa saja, dengan cukup makan mie siap saji dan teh buatan sendiri. Namun setelah satu, dua, tiga hingga hampir selesai satu bulan mie siap saji selalu dan terus menghiasi meja makan saat sahur. Wah...kacau ini, pikirku. Akhirnya terobati juga kondisi itu, dengan di ijinkannya saya pulang ke rumah. Selamat tinggal mie kuah siap saji saat sahur...heheheh...

Ramadhan tahun 2009 ini adalah ramadhan istimewa. Karena saya awali di rumahku di Metro - Lampung bersama istri dan calon anakku. Ini terjadi karena belum ada proyek yang saya kerjakan. Proyeknya masih menunggu dan menunggu. Mudah-mudahan hingga lebaran bisa di rumah terus. Dan menanti buah hati yang lahir ke dunia dengan selamat dan sempurna. Menjadi generasi yang sholeh, baik dan berilmu.Amin.

Propaganda?


Jakarta di bom lagi...Jihad-kah?
Saya juga masih bingung, karena sebagian orang mengatakan itu jihad yang salah, sebab tidak pada tempat dan waktu yang tepat. Apakan ini awal dari keruntuhan agama kita Islam? Karena jika kita melihat berita di televisi dan media lain, kita akan menyaksikan dan membaca peristiwa yang tidak menyenangkan bagi Islam.

Lihat saja di Irak, Iran, Palestina, dan Indonesia. Mengapa dengan negara-negara yang mayoritas muslim tersebut? Bukankan Islam mengajarkan kerukunan dan toleransi yang sangat tinggi. Bahkan dengan saudara kita non-muslim! Lantas apa yang kita saksikan sekarang justru kita sendiri sesama muslim yang saling bertikai.

Kita lihat di dalam negeri kita sendiri. Barusaja kita tersendat masalah dalam negeri soal pemilihan anggota dewan terhormat dan pemilihan orang nomor satu di republik ini kita dihadapkan lagi masalah klaim budaya oleh negara tetangga. Padahal beberapa waktu yang belum lama, kita dihadapkan pada masalah klaim. Namun klaim yang lalu adalah masalah pulau dan tentu berimbas pada batas teritorial negara kita.

Dari kejadian itu, kita mengarah pada pertikaian antar negara. Dan tentu sebagai negara yang dirugikan kita akan sekuat tenaga membertahankan milik kita. Namun kenapa dengan negara yang hampir sama. Yaitu masyarakat yang sama-sama menganut Islam lebih dari separuh warganya. Apakah ini merupakan propaganda yang sejak lama di rencanakan, atau memang masalah kehidupan di dunia Islam?

Kenapa saat ini peristiwa yang santer memojokkan umat ini (Islam). Seperti teror bom dan teroris. Yang semua di tujukan pada penganut agama mulia ini. Dan imbasnya adalah saudara kita yang menuntut agama Allah di curigai. Dikhawatirkan nanti tempat-tempat belajar agama seperti pondok pesantren tidak ada santrinya, dan bahkan bisa ditutup karena alasan menghindari dan memangkas generasi teroris.

Tentu sebagai warga muslim kita merasa sakit, seolah diri kita terancam dan tidak nyaman dengan berita tersebut. Yaitu bahwa kita (Islam) merupakan teroris. Meski tidak semua dari kita mengenal apa itu teroris, tapi kerena berita yang santer menyebutkan bahwa para perekrut merupakan guru ngaji, tukang ceramah dan para ustad, maka kita merasa itu adalah kita.

Sepertinya ungkapan nila setitik, rusak susu sebelanga sesuai untuk menggambarkan kondisi Islam saat ini. Mudah-mudahan kita warga muslim bisa sabar menghadapai ini, dan tentu kita harus bisa menunjukkan bahwa Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Dan kita sebagai pengikut nabi yang terakhir harus dapat menunjukkan bahwa kita cinta damai, tapi pantang mundur jika ada musuh yang datang. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Menjelang 1 Syawal 1430 H


Hati-hati dan waspada!

Itulah slogan yang pantas untuk mengantisipasi datangnya lebaran atau 1 Syawal 1430 H. Bukan berarti kita berhati-hati dan waspada terhadap lebarannya, tetapi kita waspada pada aksi kejahatan menjelang lebaran.

Aksi kejahatan, mulai dari pencurian hingga perampokan disertai pembunuhan, mulain marak di sekitar kita. Lihat saja berita di media televisi, surat kabar, dan radio. Mulai bermunculan kejadian dan peristiwa kejahatan. Pengakuan dan indikasi yang muncul adalah aksi kejahatan dilakukan untuk persiapan lebaran. Salah satunya tentu untuk membahagiakan keluarga, selain baju dan celana baru, tentu juga untuk makanan / kue enak dan mudik.

Itulah budaya yang mulai berakar di masyarakat kita. Setiap lebaran Idul Fitri tiba, maka masyarakat yang umumnya bekerja di kota melaksanakan mudik ke kampung untuk bersilaturahmi dan bertemu dengan sanak keluarga yang di tinggalkan. Dan tentu untuk melaksanakan semua itu tidak dibutuhkan dana yang sedikit. Sebab sudah menjadi hal yang biasa bahwa menjelang hari raya 1 Syawal semua kebutuhan meningkat harganya. Muali dari bahan makanan sampai biaya perjalanan.

Lantas kita sebagai warga harus waspada dan hati-hati untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Mulai dari pencurian sampai pada kejahatan di perjalanan. Coba kita lihat tips menjaga lingkungan kita dari kejahatan.
1. Jangan mudah curiga, karena sekarang ini pelaku kejahatan lebih bersahabat sehingga kita tidak waspada. Yang penting adalah waspada terhadap gerak-gerik yang dilakukan orang asing (baru) dan orang-orang di sekitar kita. Waspada bukan curiga. Bisa-bisa salah tangkap nanti.
2. Gunakan sistem pengamanan ganda pada setiap objek yang dapat ditambahi pengaman. Seperti pintu rumah, kendaraan dan kontak brankas uang. Jangan gunakan pengamanan yang murahan atau yang mahalan, tetapi gunakan yang kuat dan hanya kita yang bisa membuka dan menguncinya.
3. Letakkan di tempat yang mudah terjangkau oleh pandangan mata. Sehingga jika ada sesuatu yang ganjil bisa segera terpantau dan terlihat oleh mata kita. Tetapi jangan ditempat yang membuat penasaran pelaku dan jangan mencolok bahwa itu tempat harta, tetapi yang terpenting adalah tempatnya cukup sederhana sehingga tidak mencurigakan bahwa ada harta di tempat tersebut.
4. Jangan letakkan pada satu tempat saja. Ini untuk menjaga jika kebobolan maka masih ada sisa harta kita di tempat lain.
5. Gunakan fasilitas pihak ke tiga. Seperti bank, atau bisa juga dengan menambah asuransi pada barang-barang berharga kita.
6. Jangan menyimpan dengan syarat-syarat memotong sesembahan, tetapi percayakan pada yang Kuasa, karena semua dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Sedangkan tips untuk menjaga dari tindak kejahatan di jalan ada beberapa hal, seperti di bawah ini.
1. Gunakan kendaraan yang sehat. Yaitu tidak mudah mogok di perjalanan. Dan tentu dilakukan cek pada kendaraan kita, termasuk kelengkapannya (asesoris dan surat menyurat).
2. Gunakan perabotan badan (asesoris) yang sederhana, bila perlu tidak perlu dipakai. Seperti dasi, kalung, gelang, anting besar dan gigi emas. Karena bisa menarik pelaku untuk bertindak kejahatan.
3. Jika masih ada mobil atau motor yang lama, sebaiknya tidak perlu membeli mobil atau motor yang baru hanya untuk di bawa mudik. Apalagi di kampung rata-rata paling mewah baru kendaraan sepeda. Jadi selain menghindari kejahatan di jalan, juga menghindari diri dari sifat pamer dan sombong.
4. Bawa bekal dari rumah. Minum, makan dan kebutuhan perut lain. Karena tidak sedikit kejadian berawal dari makanan.
5. Jaga kesehatan sewaktu akan melakukan perjalanan. Instirahat yang cukup dan gunakan kecepatan yang normal. Dan musti sabar, karena biasanya jalur mudik sering macet. Dengan sabar maka semua akan lancar, selain jalan bisa sedikit lapang, puasa kita juga mendapat berkah.
6. Istirahat di tempat yang ramai. Ini untuk saling menjaga di antara para pemudik. Dan istirahat di tempat yang sudah disediakan. Saat ini banyak tempat-tempat yang disediakan untuk beristirahat bagi para pemudik.
7. Jangan membawa barang yang tidak perlu. Biasanya kita membawa oleh-oleh yang di letakkan di atas kendaraan. Bawa barang yang secukupnya.
8. Bawa jumlah penumpang sesuai kemampuan kendaraan. Jika kendaraan roda dua jangan membawa penumpang lebih dari 2 orang dewasa. Jika anak-anak yang di bawa usahakan tidak lebih dari 3-4 orang dan perhatikan muatan yang dibawa.
9. Baca doa perjalanan. Serahkan semua pada yang Kuasa.

Sunday, August 30

LOLOS DARI MAUT



Kancil memang cerdik. Berkali-kali ia hampir diterkam harimau tapi selalu saja ia bisa meloloskan diri. Kali ini kelelahan dan kelaparan karena baru saja berlari cepat menghindari kejaran harimau. Setelah beberapa saat dia berjalan melewati rumput dan semak belukar yang ada, dia menemukan sebuah kebun sayur- sayuran. Berbagai tanaman di dalam kebun itu sangat subur tumbuhnya.

Hal ini membuat kancil makin lapar saja. Ia ingin segera memasuki kebun itu. Tapi tunggu dulu, ternyata kebun itu dijaga Pak Tani. Pak Tani sedang memandangi tanamannya yang segar dan subur sekali. Menyadari hal itu, kancil segera pulang ke hutan dan berniat datang lagi bila hari telah gelap. Menjelang senja ia datang ke kebun lagi. Akhirnya kancil bernafas lega setelah melihat Pak Tani berkemas-kemas hendak pulang.

Pak Tani sama sekali tidak menyangka jika kebunnya bakal dimasuki kancil. Setelah Pak Tani tak kelihatan lagi, kancil menggali lubang dibawah pagar lalu masuk ke kebun itu. Mulailah ia melahap sayur-sayuran yang segar termasuk buah mentimun muda yang menjadi kesukaannya.

Kancil jadi keranjingan. Besoknya lagi kancil datang kembali keluar masuk melalui celah lubang yang sama di bawah pagar. Mula-mula Pak Tani tidak mengetahuinya. Tapi, karena berkali-kali kancil melakukannya, akhirnya Pak Tani jadi curiga. Mengapa banyak mentimunnya yang rusak. “Betul-betul kurang ajar yang merusak timunku!”geram Pak Tani,”Jika aku menemukan biang perusak kebunku, aku ingin segera membunuhnya, tak peduli hewan apa saja!”.

Setelah diteliti ia pun menemukan celah lubang dimana binatang itu masuk. Celah itu ada menghadap berlawanan dari pintu masuk kebun. Pak Tani segera menggali lubang tempat bekas jalan masuk, di luar pagar. Lubang itu ditutupinya dengan dedaunan dan potongan kayu-kayu kecil. Penutup lubang dibuat sedemikian rupa agar tidak tampak bahwa itu perangkap. Menjelang sore, perangkap itu telah selesai dibuatnya. Pak Tani berharap agar nanti malamnya bisa menjebak pelaku yang merusak tanaman timun di kebunnya.

Seperti biasa kancil kembali ke kebun Pak Tani melewati lubang tersebut.. Beberapa langkah ia berjalan ia langsung terperosot ke lubang.”Mati aku jika ketahuan Pak Tani.”gumam kancil. Lalu ia melihat kura-kura yang lewat. ”Sedang apa kau di situ,Cil?”Tanya kura-kura.”Hai kura-kura, apa kau tidak tahu jika besok akan kiamat. Makanya aku berlindung di lubang ini.”sahut kancil.Kura-kura pun terpengaruh dan kura-kura pun ikut masuk ke lubang tersebut. Menyusul pula rusa, kijang , babi hutan dan harimau.

Setelah semua masuk kancil mulai bicara”Teman-teman kita berenam disini harus tetap tenang sesuai aturan yang saya buat”.”Baiklah, sekarang jelaskan aturannya!”kata mereka. “Begini, mari kita janji agar selamat besok pagi. Dan diantara kita yang kentut harus dikeluarkan dari lubang ini. Setuju?””Setuju!” serentak mereka menjawab. Namun keganjilan terjadi di pagi hari, karena ada bau kentut yang sangat mantaaap. “Siapa terkentut!”bentak kancil. Serentak mereka ketakutan. Mereka hanya saling pandang curiga.mereka pun saling memeriksa satu sama lain. Pemeriksaan terhadap kancil dilakukan kura-kura. Kura-kura berteriak kaget. ”Wah bagaimana ini yang kentut ternyata kancil!” “dasar kancil menyuruh tak boleh kentut malah dia sendiri yang kentut,sesuai perjanjian yang kentut harus dikeluarkan dari lubang”, sahut kijang. ”Setuju!”mereka semua teriak dengan lantang. Harimau yang dari tadi geram terhadap kancil langsung melempar kancil keluar. Ketika dilempar kancil berkata,”Terima kasih kawan-kawan, aku selamat kalian malah masuk perangkap Pak Tani!” “Astaga, kita ditipu lagi oleh kancil” teriak mereka. “Dasar licik!”umpat kura-kura.

“Hehehehe…! Akhirnya keluar juga aku dari lubang celaka itu!” ujar kancil sambil terus berlari. Rasa khawatir menjangkit pikirannya. Jangan-jangan salah satu dari binatang itu ada yang lolos, terutama harimau yang pandai melompat. Kalau itu terjadi wah bisa celaka! Maka kancil berlari dan berlari.

Mengenali Diri


“Saya pria, usia 28 tahun, menikah dan memiliki seorang anak laki-laki. Saya lulus Teknik dari Universitas Ternama Nasional dengan IPK 3,12 pada skala 4. memiliki pengalaman di bidang keteknikan selama 4 tahun”.
Itu kira-kira penggalan surat lamaran yang senantiasa dan selalu saya buat, meski ada beberapa hal yang saya tidak tuliskan, karena alasan kepentingan. (takut dikira mencemarkan nama baik, karena lulusannya susah dapet kerja..he..he...). Saya sampai lupa sudah berapa ribu dan puluh ribu bahkan mungkin ratus ribu hingga juta yang saya habiskan untuk mengirim lamaran dan mencari kerja. Dan sudah jutaan kilometer yang saya dan petugas pengantar surat tempuh untuk mencapai lokasi yang dituju. Namun rasanya tertutup sudah pekerjaan yang saya dambakan.

Kemudian ditengah lamunanku, aku dikagetkan oleh suara “hey, kenapa ngelamun” kata suara tadi. “ah...pusing aku, susah banget cari sebatang, dua batang rokok” jawabku membalas. “mana mungkin dapet, orang yang pinter ma berprestasi aja gak dapet” katanya lagi.

Setelah ku tengok ternyata kawanku yang mantan juara kelas dari pertama ketemu sampai lulus teknik. Wah gila, dia yang brilian aja belum dapet kerja gimana yang setengah-setengah, pikirku. “Trus gimana?” tanyaku. “ya musti ada channel atau emang kamu punya duit berapa?” katanya. “Wah kalo’ channel ada sepuluh tuh TV di rumah” kataku, “kalo duit ya…musti jual tanah ma kambing ortu” lanjutku lagi.

Dasar, bagaimana mau maju kalo gini, pikirku. Yang pinter gak dipakai, trus musti yang gimana yang di pakai?. Bingung jadinya. Akhirnya internetlah yang sejak dari dulu terus memberi semangat selain istri dan anakku. Eh…sampai di intenet malah trus blank, bukannya cari lowongan kerja dan kiat-kiat bisnis malah situs dewasa yang langsung terpikir. Akhirnya dengan bantuan paman google perjalanan mencari sensasi terus berlanjut sampai berjam-jam. Hinagga pada jam terakhir baru teringat kalau belum dapat info lowongan, berhubung uang sudah mempet, akhirnya baru membaca lowongan teknik di perusahaan tambang, dan belum sempat membaca syaratnya sudah habis jatah uang dan waktunya.

Akhirnya pulang dengan isi sensasi saja, tanpa ada hasil untuk hari esok. Trus bagaimana mau menjadi generasi yang brilian jika semua pemuda seperti itu (saya, yang dalam cerita tadi..he…he). Akhirnya mental yang terbangun adalah mental pengisi kemerdekaan yang keranjingan sensasi. Padahal dibutuhkan generasi brilian yang memiliki mental pejuang pengisi kemerdekaan yang berani dan dipandang. Sebagai pencipta, bukan hanya pengguna. Sebagai pemrakarsa, bukan pelaksana. Sebagai pemilik tenaga kerja, bukan yang takut di PHK. Sebagai raja di Negara sendiri, bukan budak. Sebagai yang diharap dan di hormati di Negara lain, bukan barang murah dan murahan yang menjadi bulan-bulanan majikan.

Trus gimana para pelaksana kebijakan di negeri ini. Ah entahlah saya mau gabung saja gak bisa-bisa. Hanya prasangka saja yang nanti bisa saya ceritakan. Dan bisa-bisa saya masuk penjara jika beritanya sama dengan aslinya. Dari pada istri dan anak saya sedih, lebih baik saja menjadi warga yang baik saja, menerima apa yang sudah diberikan, kebijakan yang dibuat saya laksanakan dan saya patuhi. Jika sedikit tidak sesuai dengan yang seharusnya yang saya sampaikan ke anak-istri saya adalah terimalah nanti yang kuasa (Allah SWT) yang akan membalasnya. Mari kita tidur bu…

Ada Apa NKRI?

Mendengar berita yang tentang Indonesia yang direndahkan, sangat tidak mengenakkan hati bagi kita warga negara yang nenek moyangnya asli Indonesia. Yang membuat lebih sakit dan jengkel adalah ketika berita tersebut terulang dan di ulang. Dan yang menjadi pertanyaan apakah kita memang sudah begitu rendahnya sehingga kerap terjadi perendahan harga diri terhadap bangsa kita?
Entahlah, informasi itu diperoleh juga hanya dari berita di televisi. Mudah-mudahan penegak hukum dan pelaksana di bangsa ini masih memiliki keberanian selain dari dialog. Dialog = musyawarah, adalah ajaran yang sangat bagus, namun itu merupakan salah satu jalan yang musti ditempuh dalam memutuskan suatu pilihan yang memang pilihan tersebut baru adanya. Bahkan saking barunya musti dimusyawarahkan karena banyak orang yang berpendapat.
Akan tetapi jika saya memiliki sebuah puzzle bergambar NKRI (Pulau-pulau yang disatukan oleh laut dan disebut Negara Indonesia) tentu tak satupun buah puzzle tersebut boleh hilang. Jika puzzle saya tersebut hilang satu atau dua buah isinya, misalnya di ujung kalimantan maka puzzle NKRI saya tidak akan terbentuk sempurna.
Satu lagi seorang tetangga juga memiliki sebuah puzzle yang bersebelahan dengan NKRI. Biasanya saya dan tetangga itu bersama-sama bermain dan mengatur strategi menyusun puzzle, bahkan tetangga saya tersebut sering meminta bantuan dan meminta di ajari mengenai puzzle dan cara menyusunnya. Namun ketika suatu saat tetangga saya itu bisa menjalankan dan menyusun puzzle sendiri dia mulai giat belajar. Dan akhirnya tetangga saya lebih pandai dan lebih cepat mengatur dan menyusun buah puzzle-nya. Berbeda dengan saya, yang sering dihadapkan pada kebutuhan ekonomi keluarga yang selalu merengek minta di suapi dan saling mengurangi jatah anggota keluarga yang lain. Akhirnya saya sering tidak fokus mengurusi buah puzzle saya.
Akhirnya suatu saat saya main ke tempat tetangga yang sama-sama dulu belajar bermain puzzle, saya jadi terkejut karena bentuk puzzle-nya sedikit tidak sesuai, dan setelah saya cek di rumah ternyata ada beberapa buah isi puzzle saya yang hilang. Saya jadi bingung, akhirnya saya bertanya pada orang-orang pandai. Karena saya bertanya tidak kepada satu orang saja maka saya musti bermusyawarah dulu dengan orang-orang yang saya tanya tersebut. Sampai akhirnya keputusan belum selesai sang tetangga semakin mempercantik puzzle-nya sehingga tampak menarik dan tidak ada yang menyalahi.
Sampai akhirnya saya bingung, disamping puzzle saya tidak sempurna, saya musti menunggu hasil rapat, dialog dan musyawarah beberapa orang yang saya tanyai, sampai-sampai dari beberapa orang yang saya tanya, menjadi beberapa kelompok orang yang membahasnya.
Akhirnya saya bingung sendiri. Bagaimana ini, jelas-jelas itu milik saya, sejak dulu (dari beli) hingga akhirnya karena saya terlena mengurusi keluarga dan rumah tangga beberapa isi puzzle saya di aku-aku oleh tetangga saya.

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya.
Indonesia sejak dulu kala, s’lalu di puja-puja bangsa.

Saturday, August 22

MARHABBAN YA RAMADHAN (2009 M / 1430 H)

“Jika Ramadhan adalah lentera, saya ingin membuka tabirnya dengan maaf, agar bisa menembus jendela fitri dari tiap helai khilaf. Selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin”.


“Semoga Allah memberikan sebuah pelangi disetiap badai, sebuah senyum disetiap air mata, sebuah perlindungan disetiap cobaan, seberkas sinar disetiap penglihatan, sebuah jawaban di setiap do’a dan ampunan dalam tobat kita..Marhabban ya Ramadhan..mohon maaf lahir dan batin”.



Itulah beberapa contoh ucapan yang disampaikan melalui sms (short message service) menjelang bulan yang penuh berkah, Ramadhan. Sungguh indah dan dan mengetarkan hati ungkapan-ungkapan yang sering kita terima menjelang bulan suci, mudah-mudahan tidak hanya ucapan yang indah dan menggetarkan hati, tapi pelaksanaannyapun tak kalah indah dan menggerakkan hati menuju hidayah Allah SWT. Jadi bukan hanya ucapan dan ungkapan yang diperindah, namun pelaksanaannyapun harus indah, dan diisi dengan sesuatu yang menyenangkan hati, demi bekal dihadapan Allah SWT kelak.


Puasa telah diperintahkan oleh Allah SWT sejak sebelum Nabi Muhammad SAW, itu ditunjukkan dalam Al Quran surat Al Baqoroh – 183. Dalam terjemahannya dikatakan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang yang beriman sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. Itulah perkataan Allah yang Maha Mengetahui. Bila dihitung dari sejak Rasul hijrah ke Madinah (awal penghitungan tahun Hijriyah) maka pelaksanaan puasa yang dikerjakan oleh Rasululloh dan umatnya sampai tahun 2009 Masehi ini yaitu selama 1430 tahun (1 Ramadhan 1430 H).


Sungguh pada bulan Ramadhan Allah memanjakan kita dengan imbalan amal/pahala yang berlipat-lipat. Jika melihat petani, maka bulan Ramadhan adalah seperti saat panen raya dengan hasil yang memuaskan dan melimpah. Betapa tidak, di bulan Ramadhan amalan-amalan yang biasanya dinilai 1 (satu) dilipatkan menjadi 70 kali. Bayangkan saja jika kita berjamaan di luar bulan Ramadhan, disebutkan mendapat ganjaran 27, maka jika kita mengerjakannya di bulan Ramadhan menjadi 1890 amalan. Itu baru satu jenis kebajikan, bagaimana jika kita mengerjakan kebajikan di setiap saat. Sungguh besar pahala yang akan kita peroleh.


Dan Allah telah mengatakan bahwa puasa adalah untuk-Nya, Allah-lah yang akan memberi ganjaran pahala ibadah puasa, karena itu mari kita luruskan niat kita untuk ikhlas menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan tahun ini dengan Niat Lillahi Ta’ala. Berniat puasa benar-benar karena Allah.


Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melindungi dan menjaga kita dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita. Dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertaqwa. Amin.

Tuesday, August 11

Menjadi Pengusaha

Eh...ada lowongan gak?" tanya seseorang pada yang lain.
"Ada, tapi kayaknya gak cocok ma "jurusan"mu" jawab yang lain
"Gak papa, itung-itung buat batu loncatan" balasnya.
Kira-kira itu sekelumit obrolan usia kerja kita sekarang. Terlebih pada kondisi sekarang, dimana dunia dalam keadaan kemelut ekonomi. Rasanya semakin sulit bagi usia kerja kita. Dan ditambah lagi dengan banyaknya pemberitaan di media, baik cetak maupun elektronik, memberitakan bahwa sejumlah perusahaan mengurangi puluhan bahkan ratusan karyawannya karena tidak ada permintaan pasar, sehingga mengakibatkan perusahaan kehilangan pendapatan.

"Sungguh, suatu pola pemikiran yang patut disayangkan. Namun apa yang dapat kita lakukan? Bukankan kita juga sedang manghamba pada sesuatu yang kita ciptakan sendiri, yaitu UANG. Hampir setiap hari kita membutuhkan uang untuk tetap "hidup", oleh karena itu hampir setiap waktu kita berpikir tentang 'bagaimana mendapatkan uang untuk hidup besok?'. Pikiran-pikiran itulah yang menyebabkan kita kehilangan kontrol emosi, dan menyebabkan kita berbuat diluar dugaan. Seperti melakukan kejahatan pada orang lain sampai melakukan kejahatan pada diri kita sendiri.

Sebenarnya apa yang salah dengan 'kita', sehingga pola pikir kita 'mencari' dan bukan 'membuat'. Dengan mencari maka kita akan 'menerima', sedangkan dengan membuat maka kita akan 'memberi'. Bukankan sering kita baca dan dengar bahwa memberi lebih baik daripada menerima atau dengan kata lain 'tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah'?. Saya yakin semua orang akan menganggukkan kepalanya pada ungkapan itu.
Sekarang ini kita tentu ingin mendapat sesuatu 'yang lebih baik'. Namun terkadang kita lupa dengan ungkapan itu, bahwa yang lebih baik adalah memberi bukan menerima. Sehingga pola pikir yang spontan muncul apabila ditawarkan pekerjaan kepada kita kata-kata yang muncul adalah 'saya digaji/dibayar berapa?

Dari sini dapat kita pelajari pola pikir usia kerja kita. Sejak dari usia sekolah, bahkan sebelumnya, kita sudah diwejangi oleh orang tua kita bahwa kita musti sekolah yang benar dan musti pintar agar kelak 'gampang cari kerja'. Atau saran yang lain sekolah di 'jurusan ini' biar besok bisa jadi 'pilot-dokter-guru-pegawai katoran- de el el'. Inilah barangkali sesuatu yang perlu kita benahi. Seandainya kita menginginkan sesuatu 'yang labih baik' tentu kita harus berpola pikir bagaimana saya bisa membuat sehingga saya akan bisa memberi

Beberapa bacaan mengungkapkan bahwa untuk 'membuat/memproduksi' itu tidak selamanya membutuhkan modal besar. Modal sendiri bagi pelaku bisnis adalah beragam. Sebagian mengatakan modal yaitu UANG, yang lain mengatakan KEMAMPUAN SDM, yang lain lagi mengatakan NIAT, bahkan ada yang mengatakan KEBERABIAN, dan mungkin ada yang mengatakan modal-modal yang lain. Tidak menutup kemungkinan dari modal besar akan menjadi bangkrut, dan tidak menutup kemungkinan dengan SDM yang handal tidak tercapai hasrat untuk menjadi 'pembuat'.

Yang perlu dipahami bahwasannya perlu suatu PERSIAPAN untuk memulai bisnis, utamanya bila kita berkeinginan menjadi 'pembuat'-bahasa kampungnya bussinesman. Dan persiapan ini menjadi lebih penting dibanding modal yang saya sebutkan di atas. Setelah persiapan ini matang, tentu kita akan 'mudah' menentukan modal yang mana yang perlu kita perkuat.

Selanjutnya bagaimana kita tahu bahwa persiapan kita sudah cukup?. Saya rasa persiapan sematang apapun jika masih dalam 'buku' atau malahan masih dalam benak tidak akan pernah terwujud. Sehingga setelah persiapan 'dirasa' cukup, maka selanjutnya adalah "MENCOBA". Muncul suatu pertanyaan 'kok coba-coba?'- ya, kita harus mencoba, karena dengan mencoba maka kita akan tahu letak dimana kekurangan dan dimana yang harus kita tingkatkan. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik?

Nah sekarang setelah kita mencoba dan mencoba maka kita akan semakin 'pandai' untuk menjadi seorang 'pembuat', baik pembuat inovasi maupun pembuat peraturan dan keputusan. Selanjutnya seiring bertambahnya usia dan usaha kita maka tidak menutup kemungkinan kita akan melibatkan orang lain atau karyawan. Dengan adanya sesuatu yang baru yang masuk dalam 'tubuh bisnis' kita, maka kita perlu merespon dan mempersiapkan, agar sesuatu yang baru tersebut tidak menyebabkan 'tubuh' kita 'sakit'. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tentang KEPEMIMPINAN (Enterpreneur). Dan tentu ini akan menjadi modal selanjutnya.

Nah marilah kita ubah pola pikir kita dari yang MENCARI menjadi MEMBUAT. Dan dari yang MENERIMA menjadi yang MEMBERI. Tanamkan pada diri kita bahwa MEMBERI LEBIH BAIK DARIPADA MENERIMA, DAN TANGAN DI ATAS LEBIH BAIK DARI TANGAN DI BAWAH

Yok sama-sama BERUBAH!
Salam sukses!

Template by : kendhin x-template.blogspot.com