Tuesday, September 1

Propaganda?


Jakarta di bom lagi...Jihad-kah?
Saya juga masih bingung, karena sebagian orang mengatakan itu jihad yang salah, sebab tidak pada tempat dan waktu yang tepat. Apakan ini awal dari keruntuhan agama kita Islam? Karena jika kita melihat berita di televisi dan media lain, kita akan menyaksikan dan membaca peristiwa yang tidak menyenangkan bagi Islam.

Lihat saja di Irak, Iran, Palestina, dan Indonesia. Mengapa dengan negara-negara yang mayoritas muslim tersebut? Bukankan Islam mengajarkan kerukunan dan toleransi yang sangat tinggi. Bahkan dengan saudara kita non-muslim! Lantas apa yang kita saksikan sekarang justru kita sendiri sesama muslim yang saling bertikai.

Kita lihat di dalam negeri kita sendiri. Barusaja kita tersendat masalah dalam negeri soal pemilihan anggota dewan terhormat dan pemilihan orang nomor satu di republik ini kita dihadapkan lagi masalah klaim budaya oleh negara tetangga. Padahal beberapa waktu yang belum lama, kita dihadapkan pada masalah klaim. Namun klaim yang lalu adalah masalah pulau dan tentu berimbas pada batas teritorial negara kita.

Dari kejadian itu, kita mengarah pada pertikaian antar negara. Dan tentu sebagai negara yang dirugikan kita akan sekuat tenaga membertahankan milik kita. Namun kenapa dengan negara yang hampir sama. Yaitu masyarakat yang sama-sama menganut Islam lebih dari separuh warganya. Apakah ini merupakan propaganda yang sejak lama di rencanakan, atau memang masalah kehidupan di dunia Islam?

Kenapa saat ini peristiwa yang santer memojokkan umat ini (Islam). Seperti teror bom dan teroris. Yang semua di tujukan pada penganut agama mulia ini. Dan imbasnya adalah saudara kita yang menuntut agama Allah di curigai. Dikhawatirkan nanti tempat-tempat belajar agama seperti pondok pesantren tidak ada santrinya, dan bahkan bisa ditutup karena alasan menghindari dan memangkas generasi teroris.

Tentu sebagai warga muslim kita merasa sakit, seolah diri kita terancam dan tidak nyaman dengan berita tersebut. Yaitu bahwa kita (Islam) merupakan teroris. Meski tidak semua dari kita mengenal apa itu teroris, tapi kerena berita yang santer menyebutkan bahwa para perekrut merupakan guru ngaji, tukang ceramah dan para ustad, maka kita merasa itu adalah kita.

Sepertinya ungkapan nila setitik, rusak susu sebelanga sesuai untuk menggambarkan kondisi Islam saat ini. Mudah-mudahan kita warga muslim bisa sabar menghadapai ini, dan tentu kita harus bisa menunjukkan bahwa Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam. Dan kita sebagai pengikut nabi yang terakhir harus dapat menunjukkan bahwa kita cinta damai, tapi pantang mundur jika ada musuh yang datang. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com