Sunday, August 30

Ada Apa NKRI?

Mendengar berita yang tentang Indonesia yang direndahkan, sangat tidak mengenakkan hati bagi kita warga negara yang nenek moyangnya asli Indonesia. Yang membuat lebih sakit dan jengkel adalah ketika berita tersebut terulang dan di ulang. Dan yang menjadi pertanyaan apakah kita memang sudah begitu rendahnya sehingga kerap terjadi perendahan harga diri terhadap bangsa kita?
Entahlah, informasi itu diperoleh juga hanya dari berita di televisi. Mudah-mudahan penegak hukum dan pelaksana di bangsa ini masih memiliki keberanian selain dari dialog. Dialog = musyawarah, adalah ajaran yang sangat bagus, namun itu merupakan salah satu jalan yang musti ditempuh dalam memutuskan suatu pilihan yang memang pilihan tersebut baru adanya. Bahkan saking barunya musti dimusyawarahkan karena banyak orang yang berpendapat.
Akan tetapi jika saya memiliki sebuah puzzle bergambar NKRI (Pulau-pulau yang disatukan oleh laut dan disebut Negara Indonesia) tentu tak satupun buah puzzle tersebut boleh hilang. Jika puzzle saya tersebut hilang satu atau dua buah isinya, misalnya di ujung kalimantan maka puzzle NKRI saya tidak akan terbentuk sempurna.
Satu lagi seorang tetangga juga memiliki sebuah puzzle yang bersebelahan dengan NKRI. Biasanya saya dan tetangga itu bersama-sama bermain dan mengatur strategi menyusun puzzle, bahkan tetangga saya tersebut sering meminta bantuan dan meminta di ajari mengenai puzzle dan cara menyusunnya. Namun ketika suatu saat tetangga saya itu bisa menjalankan dan menyusun puzzle sendiri dia mulai giat belajar. Dan akhirnya tetangga saya lebih pandai dan lebih cepat mengatur dan menyusun buah puzzle-nya. Berbeda dengan saya, yang sering dihadapkan pada kebutuhan ekonomi keluarga yang selalu merengek minta di suapi dan saling mengurangi jatah anggota keluarga yang lain. Akhirnya saya sering tidak fokus mengurusi buah puzzle saya.
Akhirnya suatu saat saya main ke tempat tetangga yang sama-sama dulu belajar bermain puzzle, saya jadi terkejut karena bentuk puzzle-nya sedikit tidak sesuai, dan setelah saya cek di rumah ternyata ada beberapa buah isi puzzle saya yang hilang. Saya jadi bingung, akhirnya saya bertanya pada orang-orang pandai. Karena saya bertanya tidak kepada satu orang saja maka saya musti bermusyawarah dulu dengan orang-orang yang saya tanya tersebut. Sampai akhirnya keputusan belum selesai sang tetangga semakin mempercantik puzzle-nya sehingga tampak menarik dan tidak ada yang menyalahi.
Sampai akhirnya saya bingung, disamping puzzle saya tidak sempurna, saya musti menunggu hasil rapat, dialog dan musyawarah beberapa orang yang saya tanyai, sampai-sampai dari beberapa orang yang saya tanya, menjadi beberapa kelompok orang yang membahasnya.
Akhirnya saya bingung sendiri. Bagaimana ini, jelas-jelas itu milik saya, sejak dulu (dari beli) hingga akhirnya karena saya terlena mengurusi keluarga dan rumah tangga beberapa isi puzzle saya di aku-aku oleh tetangga saya.

Indonesia Tanah Air Beta, Pusaka Abadi nan Jaya.
Indonesia sejak dulu kala, s’lalu di puja-puja bangsa.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com