Sunday, August 30

LOLOS DARI MAUT



Kancil memang cerdik. Berkali-kali ia hampir diterkam harimau tapi selalu saja ia bisa meloloskan diri. Kali ini kelelahan dan kelaparan karena baru saja berlari cepat menghindari kejaran harimau. Setelah beberapa saat dia berjalan melewati rumput dan semak belukar yang ada, dia menemukan sebuah kebun sayur- sayuran. Berbagai tanaman di dalam kebun itu sangat subur tumbuhnya.

Hal ini membuat kancil makin lapar saja. Ia ingin segera memasuki kebun itu. Tapi tunggu dulu, ternyata kebun itu dijaga Pak Tani. Pak Tani sedang memandangi tanamannya yang segar dan subur sekali. Menyadari hal itu, kancil segera pulang ke hutan dan berniat datang lagi bila hari telah gelap. Menjelang senja ia datang ke kebun lagi. Akhirnya kancil bernafas lega setelah melihat Pak Tani berkemas-kemas hendak pulang.

Pak Tani sama sekali tidak menyangka jika kebunnya bakal dimasuki kancil. Setelah Pak Tani tak kelihatan lagi, kancil menggali lubang dibawah pagar lalu masuk ke kebun itu. Mulailah ia melahap sayur-sayuran yang segar termasuk buah mentimun muda yang menjadi kesukaannya.

Kancil jadi keranjingan. Besoknya lagi kancil datang kembali keluar masuk melalui celah lubang yang sama di bawah pagar. Mula-mula Pak Tani tidak mengetahuinya. Tapi, karena berkali-kali kancil melakukannya, akhirnya Pak Tani jadi curiga. Mengapa banyak mentimunnya yang rusak. “Betul-betul kurang ajar yang merusak timunku!”geram Pak Tani,”Jika aku menemukan biang perusak kebunku, aku ingin segera membunuhnya, tak peduli hewan apa saja!”.

Setelah diteliti ia pun menemukan celah lubang dimana binatang itu masuk. Celah itu ada menghadap berlawanan dari pintu masuk kebun. Pak Tani segera menggali lubang tempat bekas jalan masuk, di luar pagar. Lubang itu ditutupinya dengan dedaunan dan potongan kayu-kayu kecil. Penutup lubang dibuat sedemikian rupa agar tidak tampak bahwa itu perangkap. Menjelang sore, perangkap itu telah selesai dibuatnya. Pak Tani berharap agar nanti malamnya bisa menjebak pelaku yang merusak tanaman timun di kebunnya.

Seperti biasa kancil kembali ke kebun Pak Tani melewati lubang tersebut.. Beberapa langkah ia berjalan ia langsung terperosot ke lubang.”Mati aku jika ketahuan Pak Tani.”gumam kancil. Lalu ia melihat kura-kura yang lewat. ”Sedang apa kau di situ,Cil?”Tanya kura-kura.”Hai kura-kura, apa kau tidak tahu jika besok akan kiamat. Makanya aku berlindung di lubang ini.”sahut kancil.Kura-kura pun terpengaruh dan kura-kura pun ikut masuk ke lubang tersebut. Menyusul pula rusa, kijang , babi hutan dan harimau.

Setelah semua masuk kancil mulai bicara”Teman-teman kita berenam disini harus tetap tenang sesuai aturan yang saya buat”.”Baiklah, sekarang jelaskan aturannya!”kata mereka. “Begini, mari kita janji agar selamat besok pagi. Dan diantara kita yang kentut harus dikeluarkan dari lubang ini. Setuju?””Setuju!” serentak mereka menjawab. Namun keganjilan terjadi di pagi hari, karena ada bau kentut yang sangat mantaaap. “Siapa terkentut!”bentak kancil. Serentak mereka ketakutan. Mereka hanya saling pandang curiga.mereka pun saling memeriksa satu sama lain. Pemeriksaan terhadap kancil dilakukan kura-kura. Kura-kura berteriak kaget. ”Wah bagaimana ini yang kentut ternyata kancil!” “dasar kancil menyuruh tak boleh kentut malah dia sendiri yang kentut,sesuai perjanjian yang kentut harus dikeluarkan dari lubang”, sahut kijang. ”Setuju!”mereka semua teriak dengan lantang. Harimau yang dari tadi geram terhadap kancil langsung melempar kancil keluar. Ketika dilempar kancil berkata,”Terima kasih kawan-kawan, aku selamat kalian malah masuk perangkap Pak Tani!” “Astaga, kita ditipu lagi oleh kancil” teriak mereka. “Dasar licik!”umpat kura-kura.

“Hehehehe…! Akhirnya keluar juga aku dari lubang celaka itu!” ujar kancil sambil terus berlari. Rasa khawatir menjangkit pikirannya. Jangan-jangan salah satu dari binatang itu ada yang lolos, terutama harimau yang pandai melompat. Kalau itu terjadi wah bisa celaka! Maka kancil berlari dan berlari.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com