Monday, April 19

Menerobos Angkasa


Sadarkan Anda, bahwa semakin maju peradaban maka semakin banyak hal-hal baru yang kita temui. Yang paling populer saat ini adalah Internet. Dengan layanan langsung (on line) kita dapat memantau dan mengetahui apa yang ada di seluruh belahan dunia. Mulai dari pejabat, aparat hingga rakyat semua dapat menikmati layanan ini dengan mudah.

Lalu apa lagi yang kurang? Sudah menjadi watak manusia "tidak pernah puas" dengan sesuatu, terlebih jika sesuatu itu ada harapan untuk terjadi atau di wujudkan. Kita awalnya sedikit kagum dengan teknologi streaming yang mampu memfasilitasi kita bercakap-cakap dengan orang lain sekaligus melihat lawan bicara kita di layar monitor atau layar HP. Ini merupakan bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi, bagaimana dengan kemajuan yang lain?


Ketika kita melihat di negara-negara maju, maka kita akan merasa "minder". Mengapa demikian? Mudah saja, sebagai negara maju tentu mereka telah memiliki tatanan hidup yang lebih modern, dan masyarakat-nya sudah "dewasa" sehingga mereka berlomba-lomba menjadi yang terbaik.

Lihat saja, sebagian maskapai menunda dan membatalkan penerbangannya ke sebagian negara Eropo, Britis Airlines mencoba untuk tetap terbang meski "awan" abu menghalangi jalur dan jalan mereka. Ini bukan pekerjaan mudah dan tanpa resiko. Ini menyangkut reputasi dan kepercayaan konsumen. Dan jika BA berhasil dengan uji cobanya terbang di dalam debu vulkanik tanpa menemui hambatan dan kendala yang berarti, maka BA akan mendapat apresiasi tersendiri dari para pemakai transportasi udara.

Ternyata jika di pikir-pikir selain mendapatkan ilmu dengan "menggali" kita diberikan ilmu dengan adanya musibah atau hambatan. Dengan kondisi yang sedikit memaksa,kita kadang akan mampu menelorkan ide-ide gila yang brilian.

Sebagai contoh, dengan minimnya dan makin berkurangnya bahan bakar untuk kendaraan bemotor, muncul ide membuat bio diesel. Meski kurang pupuler, namun suatu saat ketergantungan akan bio diesel akan makin meningkat seiring dengan kita ikut dalam menjaga lingkungan.

Yang kita tunggu adalah Permukiman Angkasa. Bukan saja sebagai nama, tapi memang benar-benar kita berada di angkasa. Mungkinkah?

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com